Sabtu, 14 Desember 2013

sedikit tentang bisnis angkringan

Sebagai entitas bisnis angkringan bukanlah bisnis yang sepele. Para pebisnis yang tergolong mikro ini menyadari kekeliruan dalam strategi marketing dan penjualan berarti sebuah kematian. Dengan modal yang amat kecil makanan yang disediakan haruslah habis terjual untuk mengembalikan modal dan mereguk untung. Apalagi produk yang dijual berupa makanan yang tidak tahan lama.

Prof DR Suyanto MM dari Suyanto Consulting seorang akademisi dan praktisi bisnis kelahiran Madiun Jawa Timur ini menulis cukilan strategi para pemain bisnis angkringan di ranah bisnis yang penuh dengan persaingan

Marketing and sales para pebisnis angkringan ini menurutnya yang pertama adalah menciptakan kondisi dimana pembeli senang, enjoy dan nikmat makan di warung angkringannya. Caranya sangat sederhana. Seorang pemilik bisnis angkringan menuturkan kepadanya, nasinya selalu dibuat panas. Meskipun launya seadanya kalau nasinya panas dan ada sambalnya pembeli akan lahap menikmati, karena nasi panas dapat meningkatkan selera makan. Seperti yang ditutrkan pedagang angkringan kepada Prof. Suyanto.

Strategi yang kedua, pemilik bisnis angkringan ingin selalu mengenali pelanggannya, mulai dari nama, rumah hingga dimana ia bekerja. Semakin baik ia mengenali pelanggannya semakin baik bagi usahanya. Bahkan pemilik angkringan menyapa nama seorang pelanggan dengan akrabnya ketika bertemu layaknya pertemuan dengan sahabat atau teman dekat.

Menurut Prof. Suyanto inilah strategi pebisnis angkringan menjaga hubungan dengan pelanggan, bahkan sangat pribadi dengan pelanggannya, sebuah hubungan yang lebih dari sekedar pelanggan membeli berulang atau pelanggan bertahan. Sebuah hubungan yang berimplikasi pada loyalitas, emosi dan perasaan positif.

Bahkan lanjut Prof. Suyanto pelanggan tidak lagi berbicara makanan yang dimakan apakah enak atau tidak, tapi lebih pada perasaan senang dan rasa lapar pun terobati dengan rasa kenyang dan gembira.

Strategi tersebut menurut Prof. Suyanto sederhana, tetapi jelas dan terfokus. Strategi yang dilakukan tersebut bukan hanya dilakukan oleh seorang pedagang angkringan tetapi sesungguhnya merupakan strategi hubungan pelanggan yang menerapkan strategi bisnis modern.

Sumber : majalah wirausaha
Sumber gambar : worothelovelyfriend.wordpress.com


3 komentar: